Perasaan yang mengganggu

 

Tepat setahun yang lalu acara perpisahan kakak tingkat berlangsung. aku yang tidak terlibat apapun turut diminta untuk hadir dalam acara tersebut . sekolah ku memang terbiasa untuk melaksanakan acara acara sakral seperti perpisahan diballroom hotel hotel besar dikotaku mungkin itu salah satu cara untuk menumbuhkan rasa bangga pada murid muridnya yang telah menempuh 3 tahun masa pembelajaran baik itu SMA ataupun SMP dan sayangnya aku sama sekali tidak peduli. Namun yang ingin ku ceritakan adalah sehari setelah acara perpisahan itu berlangsung aku ingat sekali malam itu aku tidak bisa tidur seperti biasanya, malam itu jantungku berdebar debar, sakit jantung? Oh sayang sekali sobat itu bukan sakit jantung akupun tak tau apa yang terjadi pada diriku malam itu tidurku gelisah, sering terbangun dan rasanya seperti ingin sekali malam itu berubah menjadi pagi, segala doa sudah ku bacakan, audio ngaji yang ku letakkan di bawah bantal pun tak ketinggalan namun apa daya gangguan itu tetap datang dan aku mulai memikirkan apa gerangan yang telah terjadi pada diriku apakah aku mengusik salah satu penunggu di asrama ku?, rasanya tidak. Keesokan paginya aku terbangun dengan segar, aneh bukan padahal semalam aku tidur dengan gelisah entah kenapa pagi itu aku sungguh  merasa bahagia seperti tidak ada masalah, melupakan kejadian semalam.  mulai dari hari itu aku mulai merasakan sesuatu yang beda pada diriku yang bahkan aku sendiri tidak bisa menjelaskan apa yang telah aku rasakan, berberapa hari kemudia aku pun tahu apa gerangan yang terjadi pada diriku, ya “jatuh cinta”.

Ya jatuh cinta dimana orang orang akan merasakan suatu kebahagiaan terhadap dirinya dan konon katanya jika kita telah merasakan yang namanya jatuh cinta hidup akan terasa lebih damai namun belakangan aku mengetahui bahwa itu terjadi pada orang yang bernasib baik dalam percintaannya dan yang bernasib kurang baik akan menelan kepahitan dari sebuah rasa cinta dan inilah yang paling banyak ditakuti orang orang.

Berberapa hari kemudian aku mendapatkan kabar bahwa ternyata ada salah seorang teman ku yang sedang dilanda rasa jatuh cinta dan akupun tertarik akan kabar tersebut aku mulai menggali informasi lebih dalam tentang cerita percintaannya.  kalau dibayangkan bisa bisa kala itu rasa ingin tahuku melebih para jurnalis yang sering terlihat di dalam televisi  ketika mewawancarai artis yang sedang naik daun karena masalah perselingkuhan, hampir semua informasi ku kumpulkan sampai aku berhenti melakukan itu karena suatu hal, seakan akan jantungku berhenti berdetak, raut wajahku berubah, tubuhku di landa rasa lemas yang hebat dan rasa sakit yang luar biasa. Cemburu.

Sejatinya pada awal aku masuk sekolah ini aku memang tak ingin berkenalan yang namanya cinta selain keluargaku yang anti pacaran aku pun bukan seorang yang romantis dan pandai dalam berkata kata untuk meluluhkan hati seorang wanita dan setelah aku mengetahui pasal percintaan temanku itu aku bertekad untuk tetap pada pendirianku di awal dan tak lama dari kejadian itu libur musim dingin pun tiba, aku pulang.

3 minggu berlalu. Aku pun diharuskan  untuk cepat kembali ke sekolah berat rasanya meninggalkan rumah ya begitulah kehidupan hampir seluruh siswa. saat libur ingin ke sekolah dan pada masa sekolah muncul rasa ingin libur, labil. Di awal kelas baru ini aku bertekad untuk tidak kembali mengorek – ngorek perasaan lama itu aku tak ingin terlihat lemah dengan yang namanya cinta jadi kubuat diriku sesibuk sibuknya seingatku kala itu aku memilih estrakurikuler yang lumayan banyak, sering mengikuti acara acara diluar sekolah bahkan perlombaan tingkat internasional ya itu semua ku lakukan demi melupakan perasaan itu perasaan yang ku pendam demi sebuah pertemanan, perasaan yang ku pendam karena aku yang tidak tahu cara mengungkapkan nya, hingga yang pada akhirnya aku dapat melewati fase itu, kini aku bebas dan  aku tak takut untuk menatap dia kembali, hilang sudah perasaan itu, pupus di gerogoti waktu.

 

Komentar